Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah yang pandai mengontrol emosinya. Pemimpin yang dapat mengontrol emosi akan menjadi contoh yang baik bagi karyawan.

Ketika seorang pemimpin dapat mengontrol emosinya, mereka akan disukai oleh karyawan. Untuk mengendalikan emosi, seorang pemimpin harus mampu mempertahankan ketenangan pribadi selama bekerja atau ketika menghadapi suatu masalah dalam perusahaan.

Ini bukan berarti kamu harus menahan semua emosi. Namun, secara sadar dapat memilih emosi mana yang tepat dalam situasi tertentu. Usahakan untuk tidak mengekspresikan sesuatu secara berlebihan. Kontrol emosi penting dalam sebuah organisasi apalagi ketika organisasi dihadapkan dengan situasi yang sulit.

Beberapa orang memiliki kemampuan alami untuk mengendalikan emosi mereka dibanding orang lain. Akan tetapi, kemampuan ini dapat dilatih, dikembangkan dan ditingkatkan seiring dengan berjalannya waktu. Lakukan lima cara efektif ini untuk membantumu mengontrol emosi sebagai pemimpin.

1. Memahami situasi kapan harus mengeluarkan emosi

Seorang pemimpin tidak perlu menunjukkan emosi  kosong seperti robot dan menyimpan semua perasaannya sendiri. Emosi diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pemimpin yang baik mampu menjaga emosinya untuk situasi dan waktu tertentu.

Seorang pemimpin haruslah pandai membaca situasi dalam lingkungan perusahaannya, dan menerapkan kendali akan emosi mereka  dalam situasi yang seharusnya. Misalnya ketika seorang karyawan kehilangan anggota keluarga, seorang pemimpin akan mengungkapkan bela sungkawanya. Hanya dengan sikap seperti ini karyawan tentunya akan merasa senang karena keberadaan mereka dihargai dan diperhatikan oleh perusahaan.

2. Memilih emosi yang tepat

Dalam artikel “Managing Your Emotion As a Leader” yang diterbitkan oleh University of South Florida dijelaskan bahwa meskipun kamu tidak ingin menahan sebuah emosi, kamu bisa memilih mana emosi yang harus ditunjukan dan mana yang tidak.

Tanyakan pada diri sendiri, apakah emosi ini akan membantu kamu untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan? Luangkan waktumu sebelum menunjukkan emosi tersebut. Pilihlah emosi yang memang akan membantumu dalam menyelesaikan masalah dengan pola pikir yang lebih baik.

Next: Melakukan apa yang diperlukan, bukan apa yang dirasakan