Kantor Facebook punya budaya kerja yang positif, di antaranya open office yang mencerminkan keterbukaan komunikasi antar para pekerja, kalimat-kalimat inspiratif yang bertebaran di dinding kantornya, hingga kebijakan parental leave.

Situs rekrutmen dan pekerjaan, Glassdoor.com yang berpusat di Mill Valley, California menampilkan 50 tempat terbaik untuk bekerja di tahun 2017 dari seluruh Amerika Serikat. Data yang berdasarkan “Employees’ Choice” ini memindai database dari review dan rating yang diberikan karyawan dan mantan karyawan untuk menemukan perusahaan-perusahaan yang memuaskan pekerjanya.

Ulasan yang didapat mencakup opini karyawan mengenai kepuasan mereka bekerja secara keseluruhan, termasuk juga hubungan dengan CEO mereka dan atribut lingkup pekerjaan seperti peluang karir, kompensasi, keuntungan, budaya dan nilai-nilai.

“Kami melihat karyawan senang bekerja untuk perusahaan yang berorientasi pada misi, bekerja dengan pemimpin senior yang merangkul dan mempraktekkan transparansi, melakukan pekerjaan yang menarik yang punya dampak besar, serta yang memberi peluang perkembangan karir dan gaji yang kompetitif.” ujar Scott Dobroski, Community Expert di Glassdoor kepada Business Insider.

“Kami juga melihat karyawan di perusahaan teknologi bicara tentang tunjangan besar yang mereka dapatkan. Selain itu juga ada yang mengatakan tentang makanan gratis, tempat gym, pijat, layanan laundry gratis dan cuti orangtua.” lanjut Dobroski.

Facebook menjadi salah satu dari 50 tempat terbaik untuk bekerja di data yang Glassdoor. Selain Facebook, juga ada IKEA, Google, Microsoft, Apple, Airbnb, dan LinkedIn. Apa yang membuat Facebook menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja?

 

1. Open Office Space, Open Communication

fb4
via indianexpress.com

Pada September 2010 Facebook memiliki 1.700 staf dan lima tahun kemudian melonjak menjadi 11.996 staf. Kantor Facebook pusat yang berlokasi di  Menlo Park, California dirancang oleh arsitek ternama Frank Gehry. Ruang kerja karyawannya dibuat tanpa sekat dan tanpa kubikel seperti kantor pada umumnya. Bahkan, CEO Facebook, Mark Zuckerberg bekerja di open office space bersama karyawan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesetaraan dalam organisasi (flat organizational culture) dan memungkinkan komunikasi yang terbuka antar pekerja.

“Mark Zuckerberg pernah mengatakan bahwa kami di Facebook membuat dunia lebih terbuka dan terhubung. Menurut saya itu sebuah misi sosial yang mengagumkan.” ujar Lori Goler, Vice President of Human Resources and Recruiting di Facebook seperti dilansir dari FastCompany.com. Zuckerberg ingin membangun budaya di mana orang memikirkan misi perusahaan dengan cara yang sama seperti ia memandangnya.

Next:  Distribusi Budaya Melalui Kalimat-Kalimat Inspiratif