Dari kredibilitas founder, ceruk pasar yang ditargetkan, hingga inovasi ide bisnis, berikut tip meraih investasi bagi startup pemula.

Menjadi rahasia umum bahwa pebisnis pemula memunculkan bisnisnya dari sebuah ide atau pengalaman yang pernah dilaluinya. Bagi mereka yang memiliki ‘bakat’ untuk berbisnis, dipastikan ide atau pengalaman tersebut dijadikan sebuah peluang baginya untuk membuka lahan bisnis baru. Model bisnis yang dijalankan pun belum dipastikan keberhasilannya, karena dalam bisnis trial and error menjadi sebuah hal yang lumrah.

Oleh karena itu, bagi kamu yang tertarik ingin membangun sebuah perusahaan rintisan atau startup, sebaiknya kumpulkan terlebih dahulu ilmu dasar dalam membangun startup. Jangan sampai hanya berbekal ide cemerlang, bisnis kamu tidak akan berjalan karena tidak dieksekusi dengan baik, oleh tim yang mampu mengerjakannya.

Bekal modal dalam sebuah bisnis biasanya menjadi salah satu kendala bagi startup pemula. Ada yang merelakan kantong pribadinya dijadikan modal, dan ada pula yang memanfaatkan bootstrap untuk mengawali startup-nya, hingga mencapai initial stage. Namun jangan khawatir, karena kamu bisa memperoleh investasi dari banyak investor untuk mengembangkan startup-nya terebut.

Menurut Kevin Mintaraga, co-founder & CEO Bridestory.com, ada beberapa poin penting yang akan diperhatikan investor yang akan berinvestasi di startup. Sebagai informasi, Bridestory telah mendapatkan sejumlah dukungan dari investor-investor bergengsi pada putaran seed funding, sepeti East Venture, Fenox Venture Capital, Beenos Plaza, dan Sovereign’s Capital. Memasuki putaran series-A funding, Bridestory mendapatkan investasi dari Rocket Internet, Lippo Digital Ventures, dan Skystar Capital.

Kepada Hitsss, Kevin membeberkan 3 tip utama dalam membangun startup agar dapat memperoleh investasi dari investor baik di dalam ataupun luar negeri.

1. Kredibilitas tim atau founder

Kamu yang menjadi founder atau tergabung dalam tim yang menginisiasi startup akan menjadi pintu bagi startup kamu agar memperoleh investasi. “Investor sangat melihat kredibilitas tim atau founders dari startup pemula. Beberapa hal yang diperhatikan oleh investor, antara lain latar belakang pendidikan, semakin berprestasi saat menempuh pendidikan formal, maka semakin terpercaya. Selain itu juga rekam jejak, jika sebelumnya sudah pernah melakukan bisnis, maka akan dilihat kesuksesan dari bisnis tersebut,” ungkap Kevin.

2. Pasar yang menjadi target startup

Investor akan melihat perbandingan antara model bisnis yang akan kamu jalankan, ide bisnis yang kamu miliki, dan pasar yang tersedia, sehingga ke depannya dapat terbaca persaingannya di pasaran. “Seperti ketika saya ‘maju’ kepada investor untuk mempresentasikan Bridestory, pemain seperti Bridestory, platform yang mempertemukan vendor acara pernikahan terbilang sedikit. Namun pasar kami, pasangan calon pengantin, sangat luas baik di Indonesia atau di luar negeri. Sekitar total 90 triliun per tahun dihasilkan Indonesia untuk pengeluaran pernikahan,” ungkap Kevin memberikan contoh perbandingan antara model bisnis dan target market.

3. Ide bisnis inovatif

Inovasi dalam membangun startup sangat diperlukan untuk memperkecil persaingan di pasaran. Semakin inovatif ide yang kamu miliki dalam membangun startup, maka semakin besar kemungkinan startup kamu akan unggul di pasaran. (KA)