Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menginisiasi FoodStartupIndonesia.com (FSI), sebuah platform untuk mengkurasi bisnis kuliner yang sedang berkembang dan menghubungkan mereka pada akses permodalan.

Bekraf menggandeng swasta untuk mengembangkan ekosistem kuliner Indonesia untuk bersaing di pasar lokal dan global. Investor dilibatkan sejak tahap seed, sedangkan perbankan dirangkul saat startup sudah memenuhi kriteria pembiayaan perbankan.

Perwakilan Salim Group, Arthur Salim mengungkapkan pertimbangan kerjasama dengan Bekraf yaitu membuat kuliner Indonesia menjadi sangat popular. Ia juga menekankan  pentingnya implementasi inovasi pada kuliner Indonesia dan memperkenalkannya di kota-kota jaringan mereka di Indonesia.

“Kami membuat akselerator, menciptakan jaringan yang membawa makanan Indonesia ke pasar global untuk meningkatkan popularitas kuliner Indonesia,” kata Arthur.

Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim, memperkenalkan top three FSI 2017 yaitu Matchamu (teh bubuk rasa premium), Ladanglima (tepung, kue, dan mie dari singkong), dan Chilibags (cabe olahan) yang menginformasikan keunggulan yang mereka dapatkan setelah bergabung FSI.

Lintang, founder Matchamu mengakui ia tidak tahu harus membawa produknya kemana sebelum bergabung di FSI. “Ketika bergabung dengan FSI, jadi tahu banyak hal yang perlu diselesaikan ke depan. Kami dapat banyak sekali promosi dari Bekraf mulai dari pameran lokal maupun internasional. Kami punya target untuk menjadi lebih baik lagi dan lebih besar,” ucap Lintang.

“Bekraf gelar sosialisasi di daerah untuk memberi kesempatan yang sama pada startup kuliner daerah untuk mendaftarkan diri pada FSI 2018. Tahun lalu kami telah mendapatkan tiga besar yaitu Matchamu dari Yogyakarta, Ladanglima dari Surabaya, dan Chilibags dari Bogor. Kami harap muncul startup kuliner lainnya yang memiliki inovasi untuk menarik minat investor berinvestasi dan mengembangkan usaha bersama,” kata Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Pada tahun ketiga penyelenggaraan FSI ini, Bekraf telah melakukan sosialisasi di sepuluh kota selama bulan Februari dan Maret yaitu Medan, Bandung, Makassar, Belitung, Semarang, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, Surabaya, dan Mataram.

Untuk kamu yang punya bisnis kuliner bisa mengikuti demo day Food Startup Indonesia 2018 dengan mengirimkan pitchdeck dan data paling lambat 26 Juni 2018. Hasil kurasi akan diumumkan via email dan website pada tanggal 29 Juni 2018. Jika ingin berpartisipasi kamu bisa mendaftar secara online melalui platform www.foodstartupindonesia.com.

Startup kuliner yang lolos dapat mengikuti rangkaian kegiatan demo day FSI 2018, yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti Expo (27 s.d 29 Juli), Mentorship (30 s.d 31 Juli) dan Final Pitching (1 Agustus).(NA/AR)