4. FOOD & BEVERAGES

Upnormal

Upnormal

Konsep menu ala warung yang di-upgrade oleh Upnormal dan disajikan ala kafe, Warunk Upnormal (dan pengembangannya: Upnormal Coffee Roasters) begitu hangat diperbincangkan oleh penggemar kuliner dan kalangan praktisi pemasaran. Upnormal hadir menawarkan konsep makan mie instan dengan berbagai kreasinya di tempat kekinian. Berdiri sejak 2014, Upnormal berkembang pesat dan telah berhasil tersebar lebih dari 60 outlet di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Medan, Bali, hingga Pontianak dan Gorontalo serta kota-kota lainnya.

Eatlah

Screen Shot 2018-09-11 at 9.35.40 PM

Eatlah merupakan salah satu pelopor menu salted egg chicken di Jakarta. Makanan ini adalah menu andalan Eatlah yang disajikan berupa nasi hangat dengan telur mata sapi dan ayam goreng renyah, plus dibalut dengan bumbu telur asin. Dari segi nama, ‘Eatlah’ berarti ‘Makanlah’ yang merupakan dialek Singapura, negara tempat para perintisnya bersekolah.

Meski demikian, Eatlah berusaha mengangkat bahan lokal dan khas Indonesia, baik dari ayam hingga saus bumbu yang digunakan. Mendapat sambutan positif, Eatlah yang berdiri sejak Juni 2016, kini telah memiliki 14 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Jakarta, Bandung, Semarang. Pada akhir 2018, Eatlah berambisi untuk menambah cabangnya menjadi 18 cabang, termasuk Surabaya dan Bali.

5. GAME & ANIMATION

Agate Studio

Agate

Didirikan di Bandung pada 2009, Agate adalah perusahaan dan studio pengembang game. Bermula dari sebuah studio kecil yang didirikan oleh 18 mahasiswa, Agate kini telah diperkuat dengan lebih dari 170 profesional yang berkapabilitas mengembangkan game untuk berbagai platform dan konsol.

Sepanjang perjalanannya selama sembilan tahun, Agate telah mengembangkan lebih dari 250 judul game, 270 proyek, 140 klien, dan 20 penghargaan baik dari ajang penghargaan lokal maupun luar negeri. Tahun ini, Agate meluncurkan game konsol berskala global pertamanya yang berjudul Valthirian Arc: Hero School Story.

Pionicon

Pionicon

Pionicon adalah perusahaan yang memproduksi konten berbasis karakter yang dapat digunakan untuk berbagai bisnis seperti bidang hiburan, penerbitan, merchandise, keuangan, pemasaran dan komunikasi.

Pionicon didirikan oleh Dimaz Prasetya, Faza Meonk, dan Charles Y. Siagian pada tahun 2014. Beberapa karakter ikonik yang diciptakan Pionicon antara lain Si Juki, yang sukses diangkat ke layar lebar, dan juga Senklekman, Soekirman, dan Tuti and Friends.

6. ART & CRAFT

Noesa

Noesa

Noesa adalah sebuah studio tempat menghasilkan produk lokal yang menggabungkan keindahan seni, budaya, dan alam. Konsep lokal yang dimiliki oleh Noesa ini dikolaborasikan dengan para pengrajin dan pekerja seni di pedalaman.

Dengan strategi ini, Noesa berharap mereka akan memiliki kesempatan untuk mempelajari kembali tradisi leluhur yang telah tergantikan dan terlupakan agar kemudian dapat ditunjukkan pada dunia. Noesa mengeluarkan produk tas, dompet, topi, dan barang lainnya yang dibuat menggunakan kain khas budaya Indonesia.

Chic & Darling

Chic and Darling

Chic & Darling didirikan oleh Kania Annisa Anggiani pada tahun 2013 berawal dari keinginannya menciptakan rumah yang nyaman bagi keluarga. Chic & Darling memproduksi beragam produk interior dan dekorasi rumah seperti bantal, selimut, kursi, hingga kebutuhan sehari-hari seperti planner, pouch dan scarf.

Setiap produk yang dikeluarkan memiliki kandungan cerita di dalam motifnya. Berbagai karya kolaborasi pun diluncurkan termasuk salah satunya kolaborasi dengan penyanyi dan seniman Abenk Alter.

Next: SERVICES