15 pembicara inspiratif pelaku bisnis dari berbagai bidang di industri kreatif berbagi di Hitsss Talks 2018 tentang bagaimana mereka memaknai kreativitas sebagai sebuah ‘currency’, yang kini harus dimiliki dan digali oleh anak muda.

Bertemakan “Creativity as a Currency”, ada 15 pembicara inspiratif yang hadir di Hitsss Talks 2018, yang merupakan bagian dari acara Hitsss Festival 2018, yang diselenggarakan oleh Hitsss.com bekerjasama dengan Central Park mall dan Neo Soho mall, pada hari Minggu 9 September 2018 bertempat di Neo Atrium, Neo Soho, Jakarta.

Para pembicara tersebut membahas seberapa besar potensi dari sebuah industri kreatif, yang mana terdiri dari berbagai pilar industri kreatif dari mulai fashion hingga teknologi, bagaimana mereka mengembangkan bisnisnya, serta pencapaian apa saja yang sudah mereka raih. Lebih dari itu, mereka juga berbagi tentang bagaimana mereka memaknai kreativitas sebagai sebuah ‘currency’ masa kini, alias ‘nilai tukar’ atau mata uang’ yang harus dimiliki dan terus digali oleh anak muda, untuk bisa sukses berkarier atau mengembangkan bisnis, berinteraksi sosial, dan berkontribusi pada sekitar.

IMG_4297
Foto: Dok. Hitsss.com

Mereka adalah Reynir Fauzan (Co-Founder & CMO Kata.ai), Harya Putra (Co-Founder & CEO Warung Pintar), Sarita Sutedja (Founder Upnormal-CRP Group), Charina Prinandita (Co-Founder Eatlah), Reza Ardian (Product Development Manager Juni Records), Taufan Adryan (Head of Short Form & Branded Content Visinema Pictures), Muhammad Egha (Co-Founder & CEO of Delution), Faza Meonk (Co-Founder & Creative Director of Pionicon), Arief Widhiyasa (CEO of Agate), Shinta Uli Nusantara (Co-Founder & CFO of Noesa), Melia Winata (Co-Founder & CMO Du’Anyam), Garth Parlimbangan (CCO Famous.id), Gerald Sebastian (Founder & CEO Kok Bisa Channel), Denny Santoso (Founder DigitalMarketer.id), dan Dian O. Wulandari (Co-Founder & COO Instellar Indonesia).

denny
Denny Santoso-Founder DigitalMarketer.ID (Foto: Adiyasa Prahenda/Hitsss.com)

15 pembicara ini sesungguhnya sebagiannya adalah awardees dari Hitsss Creative Awards 2018, dan ada pula yang berasal dari Board of Advisors Hitsss Creative Awards 2018, yaitu panel juri yang membantu mengurasi pemilihan awardees tersebut. Pada hari yang sama, sebelum malamnya para awardees mendapatkan penghargaan di malam apresiasi Hitsss Creative Awards 2018 di Tribeca Park, siang harinya mereka menyempatkan diri untuk berbagi inspirasi dulu kepada audiens di sesi Hitsss Talks 2018 ini. Acara bincang-bincang ini pun bertambah semarak dan hidup berkat dipandu oleh MC dan moderator Arto Soebiantoro, yang juga dikenal sebagai brand activist dan CEO & Founder Gambaranbrand.

DSC08063
Foto: Dok. Hitsss.com

Arief Widhiyasa, CEO Agate, menjelaskan bagaimana game buatan lokal bisa hadir dan dimainkan secara global. Seperti yang telah dibuat oleh Agate, pengembang game asal Bandung ini, karya game mereka bisa menembus pasar internasional dan masuk di marketplace aplikasi Playstore dan iOS. “Agate bisa membuat sebuah game dengan citarasa lokal tetapi bisa diterima oleh pasar luar negeri. Hal ini yang sebenarnya jadi prestasi tersendiri buat kami. Karena biasanya game dari luarlah yang masuk ke Indonesia. Tetapi kita kebalikannya, bisa menjadi bagian dari dunia game internasional,” tukas Arief.

DSC08114
Foto: Dok. Hitsss.com

Sedangkan di industri musik, Juni Records berhasil membawa perubahan dengan memboyong konsep baru. Di mana sebelumnya pemasukan dari royalti musik, sekarang cara tersebut diubah dengan mengandalkan penjualan merchandise dari musisi tersebut. “Kita mencoba dengan cara berbeda. Supaya musisi tidak perlu lagi andalkan royalti, malah mereka bisa membuat konsep berbeda dalam setiap karya mereka. Akhirnya mereka bisa mendulang banyak penggemar baru lagi,” papar Reza Ardian, Product Development Manager Juni Records.

Reza
Reza Ardian (Product Development Manager Juni Records) (Foto: Adiyasa Prahenda/Hitsss.com)

Next: Pentingnya kolaborasi dan keunikan dalam industri kreatif