Ke-11 start up ini memecahkan masalah di Indonesia melalui ide-ide inovatif mereka.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah menjalankan strategi mentoring dan pembinaan intensif melalui langkah-langkah sistematis di 10 kota pertama yang memiliki fondasi digital dan infrastruktur yang kuat.

Setelah melewati tahapan ignition, networking, workshop, hacksprint dan bootcamp selama enam bulan, 11 startup ini mempresentasikan produk mereka ke hadapan berbagai pihak yang mendukung program ini, seperti Kementerian Kominfo, partner, advisor, mentor, media, komunitas, NGO dan investor. Mereka melakukan pitch atau presentasi selama 5 menit.

11 Startup

via Digitaraya
via Digitaraya

Startup yang melakukan sesi pitching berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar. Selain itu juga ada beberapa startup dari Brunei yang ikut pitching dengan tujuan membuka jalan dan kerja sama antara Indonesia dengan Brunei.

Daftar startup yang bergabung dalam Demo Day adalah: Bizhare dan Rentrava (Jakarta), Kandang.in dan Atourin (Bandung), Wozmi dan Carenusa (Yogyakarta), Shushi dan Amacall (Bali) serta Soulkoneshken, Benchlab dan Game On dari (Brunei). Masing-masing menyajikan solusi dan cara untuk memecahkan masalah.

Diskusi Panel

Sesi Panel Diskusi. Winda Winanti (Product Manager Bukalapak), Sony Rachmadi (CEO Run System), Prasetyo Andy Wicaksono (Founder Code For Indonesia) via Digitaraya
Sesi Panel Diskusi. Winda Winanti (Product Manager Bukalapak), Sony Rachmadi (CEO Run System), Prasetyo Andy Wicaksono (Founder Code For Indonesia) via Digitaraya

Selain pitching, diadakan juga diskusi panel dengan pembicara Sony Rachmadi (CEO RUN System) dan Winda Winanti (Product Manager Bukalapak) yang dibimbing oleh Prasetyo Andy Wicaksono (Pendiri Code for Indonesia) dengan topik “Pembelajaran dari Program 1000 Startup”. Diskusi panel juga berbicara tentang pengembangan startup dalam berbagai fase dalam program ini.

Prasetyo Andy Wicaksono mengungkapkan harapannya bagi startup di Indonesia untuk jangan lupa melakukan perencanaan yang baik. “Startup harus punya visi yang jauh lebih tinggi dan usahakan jangan mundur dari visi yang kita miliki. Tetap semangat dan jangan mudah menyerah, serta jangan bergerak berdasarkan asumsi diri sendiri.” (JU/AR)