Tak berkeinginan meraih keuntungan semata, tapi Smartjual juga ingin turut berkontribusi bagi upaya penanggulangan sampah elektronik secara online.

Kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship kini kian menyemarakkan semangat kewirausahaan di Indonesia. Selain menghasilkan profit, kewirausahaan sosial mampu memberikan dampak sosial yang nyata terhadap masyarakat Indonesia.

Visi dan spirit inilah yang tercermin pada keberadaan startup Smartjual.com, yang mulai beroperasi pada 1 Nopember 2015 lalu. Dalam perspektif Nico Viersander Komanyo, Founder dan Smartjual.com, latar belakang berdirinya startup ini didasarkan kenyataan bahwa saat ini, pertumbuhan pasar ponsel di Indonesia setiap tahun meningkat.

Dok. smartjual.com
Dok. Smartjual

Hampir semua brand ataupun pabrikan ponsel berlomba-lomba menciptakan produk baru, tanpa pernah memikirkan kemana pengguna menyalurkan ponsel bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Kondisi demikian, menurut Nico, lama-kelamaan membuat ponsel bekas itu akan menjadi ‘sampah elektronik’ yang berpotensi merusak lingkungan.

Berkisah kepada Hitsss, maka berangkat dari keprihatinan itu, Nico dan rekan tim lainnya seperti Ryan, Herman, Teguh, Orizha, Iqbal, Haris, Iman dan Olivia, menciptakan satu wadah untuk mengumpulkan gawai bekas tersebut. Maka kemudian, lahirlah Smartjual.com.

Saat ini, perusahaan rintisannya fokus pada ponsel bekas. Namun tidak menutup kemungkinan, jika bisnis ini berkembang baik akan dilanjutkan ke produk elektronik lainnya seperti laptop, komputer, kamera dan sebagainya.

“Kami ingin nantinya Smartjual bisa menjadi solusi penanggulangan sampah elektronik secara online (the e-waste C2B ecommerce solution), guna menciptakan Indonesia yang bebas sampah elektronik,” jelas Nico, kelahiran Bukittingi, 14 Desember 1986.

Baca halaman selanjutnya: Untuk lebih memperkuat keberadaan Smartjual…