Ada banyak produk hebat muncul, yang awalnya dimulai dari pengetahuan sederhana tentang adanya suatu masalah. Oleh karena itu, penting bagi para pendiri startup untuk peka mencaritahu dan mendalami masalah yang dialami pelanggan.

Hal itu diyakini oleh Muhammad ‘Mumu’ Nur Awaludin, CEO Kakatu, dalam menjalankan startup-nya. Kakatu, aplikasi mobile penyedia sarana perlindungan anak terhadap penyalahgunaan atau kecanduan gadget dan game online, ternyata dibuat oleh Mumu karena latar belakangnya sebagai pencandu game online tingkat akut.

Ditemui usai acara seminar parenting “Kiat-Kiat Memahami dan Melindungi Anak dari Bahaya di Balik Kecanduan games” yang digelar oleh Kakatu di Universitas Padjajaran, Jatinangor, beberapa waktu lalu, Mumu tak segan membongkar ‘aib’ di masa lalunya sebagai pecandu game online.

Di hadapan sekitar 250 audiens, Mumu tak malu bercerita apa adanya mengenai kondisinya beberapa tahun silam. “Saat pertama merancang Kakatu, saya tidak pernah berbicara selengkap ini di hadapan umum. Tentu saja karena saya malu. Namun, masa lalu saya adalah dorongan kuat yang membentuk visi diluncurkannya aplikasi mobile Kakatu ini,” papar Mumu.

Masih dalam proses pencarian pendanaan investasi awal, Mumu mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini Kakatu akan melengkapi kebutuhan para orang tua melindungi anak-anaknya dari situs pornografi atau tak layak kunjung, dengan meluncurkan Kakatu Browser. Ini adalah sebuah platform selancar internet yang dilengkapi dengan fitur White List, yang dapat digunakan untuk mendaftarkan situs yang hanya dapat diakses oleh anak.

Bagi Mumu, menjadi pencandu game online sejak SD hingga masa kuliah, merupakan masa yang cukup menyita hidupnya. Mulai dari kehilangan waktu bersama orang tua yang kini telah tiada, hingga menunda waktu perkuliahan selama dua tahun, Mumu pun akhirnya menguatkan hatinya untuk tidak lagi bersentuhan dengan game online. Kia ia fokus mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di bidang kewirausahaan dan teknologi.

Lebih dari sekadar menciptakan inovasi aplikasi mobile, Mumu punya misi edukasi melalui Kakatu. “Saya tak yakin berani melanjutkan Kakatu, bila saya tidak menelisik kembali seorang Mumu di masa lalu. Awalnya, saya dan tim Kakatu tidak memiliki visi besar dalam mengembangkan Kakatu. Hingga saya berkaca kembali pada apa yang saya alami dulu. Saya akan melakukan segala hal untuk menghindari timbulnya sosok ‘Mumu kecil’ pada anak-anak lainnya,” jelas lelaki yang baru saja mengikuti Global Startups Pitch Battle 2015 Global Brain Award di Jepang, pada Desember 2015 lalu.

Mumu dengan mantap mengatakan bahwa ia telah menemukan fokus permasalahan yang akan ia selesaikan melalui Kakatu. “Visi itu bukan hanya kata-kata atau impian untuk meraih uang saja. Namun terdapat resolusi di dalamnya. Visi yang lahir dari dalam hati tentu saja akan menguatkan saya beserta tim, dalam menghadapi segala tantangan ke depannya dalam mengembangkan Kakatu,” kata Mumu.

Diakuinya, memahami persoalan yang akan dipecahkan juga membentuk karakter ‘tahan banting’ kepada Mumu sebagai seorang founder startup, sebab tak ada lagi yang menghalanginya untuk mengeksekusi langkah-langkah dalam pembuatan produk atau jasa tersebut. Selain Mumu, karakter tersebut juga akan menular kepada seluruh anggota tim, berkat enerji positif yang dipancarkannya sebagai founder.

Bahkan, karakter tersebut juga bisa menstimulasi ide dan kreativitas Mumu untuk dapat mewujudkan visinya. Seperti mencari alternatif pemasaran, dengan kolaborasi yang dapat menimbulkan cross-market dari pihak kolaborator.

“Seperti diadakannya seminar dan peluncuran Gerakan Gadget Sehat (GGS) ini. Kami banyak melibatkan pihak lain untuk menyukseskannya, antara lain Walikota Bandung dan Walikota Lubuklinggau, Telkomsel, Yayasan Kita dan Buah Hati, Abah Ambu, SEMAI 2045, Sabumi, Coding Indonesia, dan akan menyusul pihak-pihak lainnya,” tutur Mumu.

Telah memiliki lebih dari 165 ribu pengguna dengan pengguna aktif lebih dari 50 persen, dikatakan Mumu bahwa ia akan terus mengembangkan berbagai fitur Kakatu. “Kampanye GGS juga akan segera dimulai dari kota Bandung dan Lubuklinggau, dan kita akan terus mencoba berikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat Indonesia,” katanya. (KA)

Comments