PENGANTAR: Ketika ratusan wirausahawan dan investor dari seluruh dunia berkumpul dalam satu acara, saling berbagi pengetahuan, karya inovatif, serta memperluas jejaring, dalam dunia yang saling terhubung (interconnected). Itulah Global Entrepreneurship Summit (GES) 2016, yang belum lama berlalu digelar di Silicon Valley, Amerika Serikat. Nuniek Tirta Sari, inisiator komunitas Startup Lokal, yang sempat menghadiri acara, berbagi ceritanya kepada Hitsss dalam tulisan berikut ini.

Apa yang terjadi ketika 1500 delegasi (termasuk 700 wirausahawan dan ratusan investor), datang dari 170 negara dan berkumpul di suatu tempat? Percepatan interkoneksi multikultural dalam membangun jejaring, tentunya.

Kesempatan memperluas hubungan, dan membangun ilmu serta kemampuan yang dapat membantu pertumbuhan bisnis para pengusaha itulah, yang menjadi tujuan utama diadakannya acara Global Entrepreneurship Summit (GES) 2016, pada tanggal 22-24 Juni 2016 di Universitas Stanford, Silicon Valley, Amerika Serikat.

Sebagaimana dikatakan oleh John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, pada sambutan pembukanya, bahwa tingkat kesuksesan GES bukan diukur dari berapa banyak pidato yang disampaikan. Namun dari berapa banyak koneksi yang tercipta antar peserta, selama tiga hari acara konferensi ini.

GES adalah tentang tantangan, memahami kekuatan untuk mengubah dunia, tentang memimpin planet ini, untuk masa depan yang makmur, damai, dan sejahtera.

Sejak tahun 2009, GES yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, ini mempertemukan wirausahawan dan investor dari seluruh dunia untuk membangun jejaring, ilmu dan kemampuan kewirausahaan, mempertunjukkan proyek-proyek inovatif, yang pada akhirnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

GES 2016 sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Amerika Serikat, untuk memaksimalkan kewirausahaan sebagai alat dasar dalam membangun komunitas yang lebih makmur, aman, dan terhubung secara global di seluruh dunia.

Baca halaman selanjutnya: Pentingnya aspek kewirausahaan…