Mudahkan antar pengguna yang ingin saling titip-menitip barang dan oleh-oleh, aplikasi Neetip pun diciptakan. Simak cerita lengkap dari founder-nya berikut.

Ide bisnis seringkali tak terbatas. Termasuk untuk urusan yang terbilang cukup ‘sepele’, seperti titip-menitip barang. Kultur menitip barang ini kerap terjadi, kala mengetahui ada kerabat atau teman sedang berpergian keluar kota atau negeri.

Tak terbanyangkan betapa repotnya kita, saat perjalanan travelling berubah menjadi kerepotan waktu permintaan titip-menitip datang. Di satu sisi, kita merasa tak enak untuk menolaknya, namun di sisi lain, kerepotan harus menjaga titipan tersebut berakibat usaha ekstra untuk membelikan, hingga menjaga selama perjalanan.

Peluang tersebut pun akhirnya dilirik oleh Antonius Stefanus, bersama rekannya untuk membuat aplikasi bernama Neetip. Ia meyakini, kebiasaan yang sudah membudaya tersebut diliriknya sebagai lahan usaha bisnis, karena belum pernah ada sebelumnya.

“Namun budaya titip-menitip ini punya kelemahan, yaitu harus menunggu kerabat atau orang yang kita kenal untuk berpergian ke tujuan tertentu,” ujar Antonius Stefanus, selaku Founder dan CEO Neetip, berbincang dengan Hitsss.

Oleh karena itu, berangkat dari persoalan tersebut, ia bersama rekannya mengembangkan aplikasi Neetip selama enam bulan, sejak tahun lalu. Setelah itu, pada Januari 2016, aplikasi Neetip resmi meluncur di Android dan iOS.

Interaksi tipper dan helper

Cara kerjanya terbilang sederhana. Pengguna sebagai penitip atau disebut tipper, bisa langsung mengarahkan di dalam peta, untuk daerah yang diinginkannya. Setiap daerah yang ingin diminta oleh-oleh, akan dipantau oleh pengguna lain yang bertindak sebagai helper atau penolong di daerah tujuan.

“Namanya juga menitip, maka sekalian jalan bareng dong. Untuk itu, jika pengguna yang melihat tersebut tidak sejalan pulang untuk membawa oleh-oleh, maka pengguna berhak untuk tidak mengambil pesanan tersebut,” papar Anton.

Untuk itulah, pengguna-pengguna yang berada di sekitar tempat itu, jika ingin membawa oleh-oleh dan sejalan pulang, dapat langsung mengambil pesanan tersebut. Setelah itu, akan ada chat room dan form khusus mengenai barang-barang titipan yang ingin dibeli.

Baca halaman selanjutnya: Pembayaran menggunakan sistem credit dan top-up…